Thursday, August 17, 2006

Wanita

"Karena wanita ingin di mengerti
lewat tutur lembut dan laku agung
karena wanita ingin di mengerti
manjakan dia dengan kasih sayang"

Wanita tuh makhluk yang unik
Bisa tegar banget sekaligus rapuh banget
Bisa mandiri banget sekaligus manja banget
Bisa pinter banget sekaligus "suplo" banget
Bisa multitasking banget sekaligus blank banget

Kalo denger lagunya ada band jadi inget
Ternyata semandiri, sekuat, searogan apapun wanita
Suka diperhatikan, dimengerti, disayang
(yee sapa jg yg ga suka di sayang yaahh..)
Terkadang juga suka dibohongi hihihi

So guys..kalo mo dapetin hatinya wanita
Tau sendiri kan gimana caranya? ;)
Ganbatte kudasai!!

Wednesday, July 12, 2006

Bodohkah aku?

Banyak temen-temen cowok pada nongkrong sampe semaleman
Ngobrol ngalor ngidul, sambil minum kopi n ngerokok
Ketawa cekakak cekikik...feel free...serasa gak ada beban

Tiba-tiba hatiku jadi iri sama keadaan mereka
Iri punya temen-temen banyak
Iri sama kebebasan dan kebahagiaan mereka
Kalopun mereka punya beban, mereka bisa melepasnya barang sesaat
Buat berkumpul ma temen-temennya

Lalu telunjuk itu mengarah pada ku
Seperti apa aku ini? Aku merasa gak punya temen hang out
Temen buat ngerasa susah dan senengnya
Hidup serasa monoton...bosan berputar dalam rutinitas
10 jam aku habiskan di depan komputer n browsing harga untuk marketing
4 jam aku habiskan di kampus, walopun energinya gak full lagi
Harus belajar lagi, ndengerin kuliah, ngerjain tugas hhmmpphhh....
Hari minggu cuma satu yg bener-bener aku pengen...tidur...
Hidupku mandiri, dari umur 19 tahun dah bisa nyari makan sendiri
Masalah apapun harus bisa aku selesaikan sendiri, tanpa nyusahin ortu
Aku anak sulung dari 3 bersaudara
Aku dibesarkan di lingkungan yg serba pas-pasan
Jadi punya bekal buat survive dan ngeraih apa yang aku impikan...

Muncul pertanyaan di benak ku...
Apa aku dah masuk kelas manusia anti sosial?
Apa aku manusia abnormal? ngerasa gak punya temen?
Apa aku kurang menikmati hidup?
Apa aku terlalu menjudge sesuatu itu dg ini baik dan ini buruk?
Apa aku terkungkung dalam sifat perfeksionisku?
Apa aku kurang bersyukur punya apa yg gak dipunyai temen lain?
Ato aku orang paling bodoh di dunia, karena gak ngerasa bahwa hidup ini sangat indah?


Writer : No name

Thursday, September 15, 2005

Aksi vs Reaksi

Waktu berjalan dari detik ke menit, dari menit ke jam, dari jam ke hari, dari hari ke minggu, dari minggu ke bulan dari bulan ke tahun and so on...
Begitu juga apa itu yang namanya hidup.
Ada tangis ada tawa, ada duka ada bahagia, ada buruk ada bagus, ada perkembangan ada kemerosotan.
Semua diciptakan untuk saling mengisi, unsur keseimbangan yg logis agar hidup bisa lebih bisa "berarti".
Begitu juga dengan aksi vs reaksi. Setiap aksi selalu menimbulkan reaksi yang beragam, baik itu postif, negatif, acuh tak acuh ato malah no action (hanya 2%).

Perubahan di organisasi/komunitas manapun selalu menimbulkan reaksi yg beragam.
Disatu sisi pencetus perubahan melihat dari sisi A, sedangkan pelaksana melihat dari sisi C.
Ketidak samaan visi inilah yg harus dicari solusinya, agar "lingkungan " yang kondusif bisa dipertahankan.
Kasus "Pengkie PDAM" yang dilengserkan karyawannya karena gak sepaham dengan program kerjanya.
Padahal menurut saya pribadi program pengkie good enough, menuju institusi yang sehat.
Gimana enggak, salah satu programnya adalah perampingan karyawan PNS di PDAM, karena dinilai tidak efektif, trus pemberantasan pencurian air.
Pemberlakuan aturan "safety riding" juga sempat menimbulkan banyak kontra dari pengendara yang suka asal.
Tapi sebetulnya kalo ditinjau lebih dalam toh itu juga untuk keselamatan bersama.
Kemudian kalo melanggar nanti di tilang ya itu sudah jadi resiko.
Ada yg bilang kalo di tilang ya ntar di kasih aja barang 10rb ga pake tilang deh...
Nah sebenernya oknum kayak gini nih yang gak bikin budaya "sogokan" tambah mengakar.

Ada pepatah bilang :
Perubahan itu harus di mulai dari diri sendiri, mulai dari hal yang kecil dan mulai saat ini :)
Jadi inget buku QBQ (the Question Behind the Question), kajiannya bagus banget

Wednesday, September 07, 2005

Premium di Dubai Naik Dulu

Gara-gara harga crude oil naik sampai $70 per barrelnya, beritanya di indonesia harga premium naik sampe 5700 perak/liternya mulai 1 september. Tapi sampai detik ini kayanya belum ada kenaikan.
Ternyata di dubai harga premium naik sampai 31,5%, nah harga premium di Indonesia jadinya bakal naik sampe berapa % yah?
Cek artikel berikut deh :

UAE to raise petrol prices by up to 31.5%

DUBAI: The United Arab Emirates will raise local petrol prices by up to 31.5 per cent on September 1 due to rising world oil prices, a state retailer said yesterday.Dubai-owned Emirates National Oil Co (ENOC) said in a statement that 95-octane regular and 98-octane premium would rise by 1.5 dirhams to 6.25 dirhams ($1.70) and 6.75 dirhams a gallon respectively.Diesel prices would increase by 1.4 dirhams a gallon to 7.7 dirhams, it said.ENOC said distributors had no choice because they were trying to stem spiralling losses caused by high oil prices, which surged to a record above $70 a barrel before retreating on Monday. The decision is likely to stir fears about the spiralling cost of living among the UAE’s mainly expatriate population.“The businesses of these companies have been suffering high financial losses for years from their fuel sales. The losses are now colossal as global prices have shot up to unprecedented levels,” it said. “At today’s prices the loss per gallon is over 4.10 dirhams for petrol at the pumps.” Last year, Dubai petrol retailers warned they may be forced to stop sales unless the government hiked petrol prices or subsidised their refined product purchases. They later backed down from their threat.Dubai is the trade and commercial hub of the UAE with 1.7 million people.The UAE, an Opec producer, last raised petrol prices in April 2004 by up to 19 per cent after a rally in oil prices. – Reuters Last update on: 31-8-2005

Thursday, June 30, 2005

The Edge of Reason

Akhirnya tadi malem bisa relaks barang sebentar, gak diuber2x deadline kerjaan dan ngumpulin tugas kuliah.
Ternyata banyak film lama yang belum sempet aku tonton, akhirnya nemu Bridget Jones The Edge of Reason-nya Rene Zelweger. Lumayan bagus, kalo suka film drama dan pernah ngerasa jadi orang dekil (baca: ketidak sempurnaan + ketidak puasan) yang bisa dibilang jauh dari nilai 8 untuk kesempurnaan fisik.

Konyol, serius dan cukup menghibur. Ternyata karakter orang banyak dipengaruhi oleh bentuk fisik yang dimilikinya. Misalnya si bridget itu ngerasa dia gendut, kaki gentong, dsb...padahal tanpa dia sadari ternyata si pacarnya, Mark Darcy, ngerasa thats not a big deal :)

Untuk cerita lengkapnya, buat yang belum nonton, coba tonton, nilainya lumayan dapet angka 7,5 lah heheh
Oh ya...soundtrack film ini enak-enak, bernuansa romance, courage, happines also loneliness
Coba simak lagu yang satu ini deh :

Not of this earth

by Robbie William

Not of this earth
You’ve changed places with the Sun
I know that you’re the one
I love what we’ve become

Not of this earth
I wear you like a shroud
I know I make you proud
You done your crying now

She is not of this earth
And I no longer need to search
If I ever leave this World
You will have a song to sing
So you know what you were

Not of this Earth
She keep walking down my lane
I’ve learned to laugh again
Like a muff to a flame

Not of this Earth
Not surprised we’re unashamed
She’s gonna have to change your name
They will know that we’re the same

She is not of this Earth
And I believed we’ve seen the worst
If I ever leave this world
You will have a song to sing
So you know what you were

(Not of this Earth)Better get used to the smile
(Not of this Earth)Gonna be around for awhile
(Not of this Earth)Spent too much time being cursed
(Not of this Earth)

Not of this Earth
You changed places with the Sun
I know that you’re the one
I love what we’ve become

Not of this earth
I wear you like a shroud
I know I made you proud(I know I made you proud)
You done your crying now(Not of this Earth)

Thursday, June 23, 2005

Nervous itu Universal

Kata orang nervous itu lumrah, alamiah, seperti halnya emosi, ego ataupun libido, dan setiap orang pasti punya. Tapi diantara 4 hal itu, yang menurutku bener-bener susah kukendalikan ya nervous. Apalagi waktu itu pertama kali kita ngelakuin sesuatu, waduh yang namanya detak jantung ritmenya jadi kaya habis ikut erobik.

Aku pernah ngalamin suatu momen yang gak bisa dihindari alias harus, orang kita biasa sebut ‘tekat-tekatan’. Malem itu mata kuliah public speaking ku mengharuskan setiap kelompok maju bikin presentasi, topic terserah. Pas hari H nih, setelah dibagi tugas, eh ternyata si temenku yang bagian mengulas materi katanya masih belum siap, wah cilaka nih pikirku. Mau maju gak siap, mau mundur ya gak mungkin kecuali mau gak lulus mata kuliah itu.

Akhirnya ya itu tadi ‘tekat-tekatan’ , aku replace bagiannya dia dan sebaliknya, emang aku juga sempet melajarin materinya. Waktu sebelum maju rasanya apa yg mau tak omongin sudah siap di otakku dan siap meluncur. Nah waktu sudah berdiri didepan kelas, detak jantung nih gak bisa diajak kompromi, tanganku dingin, perlahan-lahan konsentrasiku fokus ma nervousku aja…wah bener-bener cilaka nih, waktu juga tetep running dan gak bisa di freeze. Walhasil apa yang aku sampein cuma bisa 25% dari materi yang ada dikepalaku dan hasilnya buruk abis. Tapi untungnya kita dikasih kesempatan 1x lagi maju buat mengoreksi kekurangan di next class.

Dari momen itu yang paling gak bisa aku lupain, ekspresi temenku yg kecewa banget ma performanceku tadi, coz dia yg bikin materi & konsepnya. Hhmppfffhh….rasanya mesti belajar banyak lagi buat urusan nangani nervous n buat gak ngecewain orang.

Hikmah yg kudapet, akhirnya aku tahu gimana rasanya nervous gak bisa ngomong didepan public, tahu kapasitas kemampuanku dan kekuranganku, at least saat itu aku sudah mencoba berjuang melawan dan gak menghindari apa itu NERVOUS.

So kesimpulannya nervous bisa menyerang siapa saja, dimana saja & kapan saja, apabila nervous berlanjut hubungi dokter ;)

Friday, May 27, 2005

Ngetes ajah

tes tes apa dah jalan bikin blog barunya yaahhh